DIALEKSIS.COM | Nasional - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengungkapkan 15 provinsi yang diidentifikasi memiliki tingkat kerawanan tinggi dalam penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 2024. Provinsi-provinsi tersebut meliputi Aceh, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Maluku, dan Maluku Utara.
DIALEKSIS.COM | Nasional - Gejolak pesta demokrasi atau pemilihan umum berdampak pada semua lini, dan salah satu tandanya adalah munculnya buku "Neuropolitik" yang ditulis oleh Dr. Wahyu Riawati dan Dr. Ryu Hasan.
DIALEKSIS.COM | Nasional - Sekretariat Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) tengah melakukan pemantauan yang ketat terhadap jalannya Pemilu 2024. Sebanyak 591 relawan JPPR telah diterjunkan ke 68 Kabupaten/Kota di 22 Provinsi di seluruh penjuru Indonesia untuk memastikan integritas proses demokrasi.
DIALEKSIS.COM | Nasional - Rabu (14/2), Google merayakan momen penting dalam demokrasi Indonesia dengan menghadirkan Google Doodle yang khusus untuk memperingati hari pemungutan suara Pemilu 2024. Dalam doodle tersebut, gambar bendera Merah Putih yang berkibar anggun terlihat menempel di sebuah ilustrasi kotak dan lembar kertas suara.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Saat proses pencoblosan untuk pemilihan umum berlangsung di Kota Banda Aceh, pantauan dari Dialeksis.com menggambarkan suasana yang luar biasa tenang di sejumlah jalan utama.
DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pesta Demokrasi Bangsa Indonesia dilaksanakan Rabu, 4 Februari 2024. Diskon Pemilu pun meriah digelar di beberapa merchant.
DIALEKSIS.COM | Jakarta - Mendekati pelaksanaan pesta demokrasi pada 14 Februari 2024, Jaksa Agung ST Burhanuddin menyampaikan, pesta ini harus disambut dengan memilih pemimpin dari putra terbaik bangsa.
DIALEKSIS.COM | Nasional - Pengalaman Pemilihan Presiden (Pilpres) dua putaran di Indonesia selalu menjadi panggung politik yang penuh dinamika, terutama ketika lebih dari tiga kandidat bersaing, menciptakan lanskap politik yang kaya warna.
DIALEKSIS.COM | Kolom - Demokrasi telah hidup dan tersistem dalam negara Indonesia, namun itu hanya sebuah ekspresi perilaku kegiatan seremonial semata dari suatu kegiatan meraih kekuasaan di pemerintahan. Namun bergeser esensinya dari tujuan berdemokrasi itu sendiri.
Tidak heran Indonesia terjebak dari rutinitas seremonial pelaksanan pesta demokrasi melalui instrument Pemilu. Tetapi melupakan bagaimana memperjuangkan demokrasi subtantif, dimana intinya memberikan dan mendistribusikan kebutuhan maupun menempatkan kepentingan publik sebagai prioritas agenda politik resmi dari negara itu sendiri.